8 Ibadah di Bulan Dzulhijjah

November 29th, 2008

Oleh: Mochamad Bugi

Dari Ibnu `Abbas r.a. bahwa Nabi saw. Bersabda,

Dari Umar r.a., bahwa Nabi saw. Bersabda, “

Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR. Ahmad)

,”Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?” Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun.” (HR. Bukhari)

Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari dari bulan  dzulhijjah.

Karena itu, jika kita ingin menjadi orang yang dicintai Allah swt., jangan sia-siakan kesempatan ini untuk taqarrub kepada Allah swt. dengan banyak-banyak melakukan ibadah. Setidaknya ada delapan ibadah yang bisa kita lakukan, yaitu:

1. Melaksanakan ibadah haji dan umrah.

Ini adalah amal yang paling utama di bulan Dzulhijjah. Tidak ada haji selain di bulan Dzulhijjah. Ganjaran bagi orang yang melaksanakan ibadah ini sangat besar di sisi Allah swt. Kata Nabi saw., “Dari umrah ke umrah adalah tebusan
(dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah surga
.”

2. Berpuasa selama 10 hari di hari-hari pertama bulan Dzulhijjah, atau pada sebagiannya, atau paling tidak sehari di hari Arafah.

Puasa juga amalan utama. Allah swt. memilih puasa sebagai amalan hambaNya untuk diriNya sehingga Dia sendiri yang menentukan pahalanya. Hal ini termaktub dalam sebuah hadist Qudsi. “Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan, dan minumannya semata-mata karena Aku.”

Dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri r.a.,
Rasulullah saw. bersabda, “Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di
jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya
itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun”
. (Hadits muttafaq `alaih)

Dari Abu Qatadah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda, “Berpuasa pada hari
Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun
sebelum dan sesudahnya”
. (HR. Muslim)

3. Bertakbir dan berdzikir.

Perbanyaklah takbir dan dzikir di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah sebagaimana yang diperintahkan Allah swt., “…. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan….” [QS. Al-Hajj (20): 28]. Begitulah para ahli tafsir menafsirkannya frase “pada hari-hari yang ditentukan” dengan “sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah”. Karena itu, para ulama menganjurkan kepada kita untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut. Apalagi ada hadits dari Ibnu Umar r.a. yang menguatkan. Bunyinya, “Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir, dan tahmid“. (HR. Ahmad)

Imam Bukhari menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah keluar ke
pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu
orang-orang pun mengikuti takbirnya.

Diriwayatkan bahwa para tabiin pada hari-hari itu mengucapkan, “Allahu
akbar, allahu akbar, laa ilaha ilallah, walllahu akbar, allahu akbar
wa lillahil hamdu.
” Artinya, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak
ada ilah (sembahan) selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha
Besar, segala puji hanya bagi Allah.”

Dianjurkan mengeraskan suara saat bertakbir baik ketika di masjid,
rumah, pasar, atau di jalan. Allah berfirman, “Dan hendaklah kamu
mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu
…”. [QS.
Al-Baqarah (2): 185]

Perbanyak taubat dan meninggalkan segala bentuk maksiat dan dosa.
Maksiat adalah penyebab jauhnya hamba dari Allah swt. Sedangkan
ketaatan adalah pintu mendapat cinta dan kasih sayang Allah swt. Dan
Allah swt. lebih cinta kepada seorang hamba melebihi cinta sang hamba
kepada Allah swt. Bahkan, Allah swt. cemburu jika hambanya berbuat
maksiat. Dari Abu Hurairah r.a., bahwa Nabi swt. bersabda,
Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya. “
(Hadits muttafaq `alaihi)

4. Perbanyaklah amal shalih.

Bukan hanya amal-amal yang fardhu saja. Sebab, Allah swt. suka dan mencintai seorang hamba yang mendekatkan diri kepadanya dengan melakukan nawafil, amalan sunah. Kita bisa memperbanyak shalat sunnah, bersedekah, berjihad, membaca Al-Qur’an, dan melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Kita sangat berharap semua amalan itu bisa mendatangkan banyak pahala. Tapi, kita lebih berharap lagi mendapat cintai dan ridha Allah swt.

5. Disyariatkan pula kita melakukan takbir muthlaq

–yaitu pada setiap saat, siang ataupun malam sampai shalat Ied– dan takbir muqayyad –yaitu takbir yang dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama’ah. Bagi kita yanga sedang tidak berhaji, takbir dimulai dari sejak Zhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.

6. Berkurban.

Bisa kita lakukan pada Hari Raya Qurban dan Hari-hari Tasyriq. Ibadah ini adalah sunnah Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Muhammad saw. mengukuhkannya menjadi syariat bagi kita. Sabda Nabi, “Berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. (Hadits muttafaq `alaihi).

7. Dilarang mencabut atau memotong rambut dan kuku bagi orang yang hendak berkurban.

Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya, dari Ummu Salamah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: “Jika kamu melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya.” Dalam riwayat lain, “Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban.”

Hal ini untuk menyerupai orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah, “Dan jangan kamu mencukur (rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan. ” [QS. Al-Baqarah (2): 196]. Larangan ini, menurut zhahirnya, hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban.

8. Melaksanakan shalat Iedul Adha dan mendengarkan khutbahnya.

Bahkan, anak-anak dan wanita-wanita yang sedang haidh pun diperintahkan Nabi saw. untuk hadir bersama jama’ah shalat ied di tanah lapang untuk mendengarkan khutbah.

http://www.dakwatun a.com/2007/ 8-ibadah- di-bulan- dzulhijjah/

The End

WRE 2001

November 2nd, 2008

“Foto-foto ini dikoleksi pas jaman kuliah dulu, jadi udah agak jadul juga hehehe… Tapi gak papa kan, yg penting uda terkoleksi disini buat kenang-kenangan … hiks..” ;)

The End

Lembutnya islam dalam jamaah keluarga besar yang barokah

October 24th, 2008

Dalam sebuah keluarga yang barokah, insyaAllah akan didapati jalan yang menyelamatkan. Siapa saja yang memperoleh keselamatan? Istri/suami, anak cucu serta orangtua. Mereka akan saling tolong menolong dengan amalnya sepanjang seluruh keluarga tetap dalam keimanan dan takwa. Mereka yang derajat amalnya kurang disusulkan kepada yang derajat amalnya lebih tinggi.

Allah SWT menjanjikan hal ini dalam surat Az-Zukhruf : 70, Masuklah ke surga beserta istri kamu untuk digembirakan” kemudian, didalam surat Ar-Rad ayat 23, Allah swt mengabarkan Surga ‘And, mereka masuk kedalamnya bersama mereka yang saleh diantara orangtua mereka, istri-istri mereka dan keturunan mereka.

Abdullah bin’Abbas, kata Ath-Thabrani dan Ibn Mardawaih, meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Ketika seorang masuk ke surga, ia menanyakan istri dan anak-anaknya. Lalu dikatakan padanya “Mereka tidak mencapai derajat amalmu”. Ia berkata “Ya Tuhanku, aku beramal bagiku dan bagi mereka”. Lalu Allah memerintahkan untuk menyusulkan keluarganya ke surga itu.” Setelah itu Ibn Abbas membaca surat Ath-Thur:21 “Dan orang-orang beriman, lalu anak cucu mereka mengikuti mereka dengan iman, Kami susulkan keturunan pada mereka dan Kami tidak mengurangi amal mereka sedikitpun.”

Pertanyaannya, bagaimana sebuah pernikahan bisa menjadi jalan keselamatan bagi mertua?Bukankah yang disusulkan adalah orangtua, istri dan anak cucu?

Mertua adalah orang tua pasangan. Jika saat menikah meniatkan untuk mencari keselamatan agama dan menjaga kehormatan farjinya, insyaAllah ini dapat membawa orangtuanya kepada keselamatan dunia akhirat.

Jadi, pernikahan barokah adalah jalan keselamatan. Memilih pasangan juga berarti memilih orang yang diharapkan dapat ikut menyelamatkan orangtua dan anak-cucu kelak di yaumil-qiyamah, seorang yang dapat ikut mendekatkan kepada syafaat dihari akhir.

Seorang istri yang membantu suaminya bertakwa dan memperbaiki akhlak, berarti membantu mertuanya mencapai surga. Tindakannya sendiri merupaka ‘wasilah’ untuk mencapai surga dan kasih sayang Allah bagi dirinya sendiri maupun orangtua, karena orangtua bisa disusulkan kepada derajat amal anaknya.

Wallahualam bishawab..

Semakin besar barokah pernikahan, berarti semakin luas wilayah keselamatan dan kedamaiannya. Tidak hanya keluarga, masyarakat pun bisa ikut memperoleh barokahnya, meskipun saat itu mereka tidak merasakan langsung. Sebab adakalanya barakah sampai ke masyarakat dengan segera. Adakalanya sesudah anak-anak yang lahir dari pernikahan itu dewasa. Adakalanya malah sesudah mereka tidak ada lagi. Sebagian malah tidak terlihat secara kasat mata, padahal Allah menolak bencana karena satu orang ini. Misalnya jika keluarga itu melahirkan seorang wali ‘abdal.

Siapakah itu? Abu Nu’aim dalam Hilyat Al-Awliya’, meriwayatkan sabda Nabi SAW, Karena merekalah Allah menghidupkan dan menolak bencana.” Sabda nabi ini terdengar begitu berat sehingga Ibnu Mas’ud bertanya, “Apa maksudnya?

Rasulullah bersabda, “Karena mereka berdoa kepada Allah supaya diperbanyak, maka Allah memperbanyak mereka. Mereka memohon agar tiran dibinasakan maka Allah binasakan mereka. Mereka berdoa agar turun hujan, maka Allah turunkan hujan. Karena permohonan mereka, maka Allah menumbuhkan tanaman di bumi. Karena doa mereka Allah menolak berbagai bencana”

Allah sebarkan mereka dimuka bumi. Pada setiap bagian bumi ada mereka. Kebanyakan orang tidak mengenal mereka. Jarang manusia menyampaikan terima kasih kepada mereka. Kata Rasulullah “mereka mencapai kedudukan mulia itu karena banyak shalat dan puasa

Karena apa mereka mencapai derajat itu? “Dengan kedermawanan dan kecintaan yang tulus kepada kaum muslimin.”

(Mohammad Fauzil Adhim)

The End

Sharing about Definisi cinta dan Why love someone

October 9th, 2008

Kalau ada yang bertanya mengapa mencintai seseorang, maka definisi itu akan jadi agak membingungkan. Biasanya kalo ada yang beralasan “baik, sabar, pengertian, ganteng ….” itu adalah alasan yang umum yang secara penglihatan semua orang juga tahu…hehehe. Kalau mau pakai bahasa dan alasan itu sih bisa aja, tapi menurutku untuk masuk ke dalam definisi cinta, maka pastinya ada nilai plus plus jawaban dari pertanyaan itu. Setidaknya nilai plus itu adalah alasan yang lebih spesifik lagi untuk menjelaskan bahwa seseorang itu adalah yang terbaik dari yang baik-baik lainnya. Well, bila mencintai seseorang pastinya ada lagi alasan spesifik yang tidak dapat diterjemahkan oleh kata-kata (ciee..) karena yang bicara is bahasa hati.

Contohnya is kalau ada ibu ditanya, kenapa mencintai anaknya, kebanyakan mungkin jawabannya adalah “karena dia adl anakku, darah dagingku”.. masak  si jawabannya “karena anakku lucu, pintar, dsb..” lha terus kalo anaknya nggak lucu or nggak pinter, apa ibu terus nggak cinta ma anaknya?kan gak gitu yah,, Hehehe..

Sebagai bukti aja, kalo hati gak ikut-ikut bicara, betapa misalnya seseorang sudah terbiasa dan berusaha mati-matian (..hiperbol bgt) menunjukkan rasa sayangnya, tetep aja nggak bisa mencintai. Walau sudah banyak terbukti kalau cinta itu bisa muncul apabila seseorang sudah berbuat kebaikan dan terbuka dalam mengungkapkan&menunjukkan perhatian. Mungkin awalnya kagum dulu dan kekaguman itu memunculkan perhatian yang terus menerus dan akhirnya menimbukan keinginan untuk jadi tahu dan dekat…walau masih dalam taraf kagum.

Dan kenapa hati bisa ikutan bicara?

Lebih baik terus konsisten memperbaiki diri dan berbuat yang terbaik. Allah yang kan mengatur hati setiap orang. Semua hati manusia ada dalam genggamanNYA. Inilah yang membuat kita harus selalu berbaik sangka pada Allah. Kesempurnaan hanya milik Allah. Nikmati apapun ketetapan Allah tanpa prasangka buruk” –Aa Gym.

Jadi kalau aku ditanya “why do you love someone?”… maka aku ndak bisa njawab , secara spesifik…love because love … hehehe…

———————————— ;)

The End

Cemburu

October 9th, 2008

Sedikit banyak perasaan itu pasti terselip, terutama dalam diri  perempuan. Bukan berarti lelaki tidak pernah cemburu. Hanya saja watak laki-laki yang cenderung lebih mengandalkan logika ketimbang perempuan, membuat mereka merasa lebih pandai dalam mengemas perasaan kalau cemburu. Bahkan dalam tingkatan tertentu bisa jadi mereka mampu menetralisirnya.

Lalu bagaimana dengan perempuan?

Apa yang bisa dilakukan ketika cemburu?

Haruskah serta merta mengusir jauh-jauh perasaan itu ketika ada?

Jika boleh ditunjukkan, sebatas apakah?

Adakah cara jitu memanage perasaan cemburu?

The End

1 Syawal 1429 H

October 7th, 2008

Semoga dengan berakhirnya Ramadhan menjadikan kita semuanyaaaa sebagai para wisudawan Ramadhan yang bertakwa kepada Allah dan lulus menjadi kupu-kupu yang cantik.

^_^

==============================================

Alangkah indah

By : Opick

Alangkah indah wajah-wajah para muslimin
Penuh cinta kasih di hidupnya
Menjaga diri dari segala dosa
Berkasih sayang pada sesamanya

Alangkah indah wajah-wajah para muslimin
Menjaga mata mulut dan hatinya
Cahya semerbak karna zikir di hidupnya
Tangan dermawan senyum di wajahnya

Dalam susah hidup alangkah tabah kawan
Tiada takut isi dalam dada
Ringan tangan pandangan slalu terjaga
Setiap kata adalah mutiara

Mereka yang tak dilalaikan oleh dunia
Hanya Allah satu tujuannya
Diamnya zikir penuh dengan doa-doa
Setiap langkah adalah ibadahnya

Salam-salam salam ala Muslimin
Salam-salam salam ala Mukminin
Salam-salam salam ala Muksinin
Salam-salam salamun alaihim…

The End

Malam itu…

September 23rd, 2008

Suatu malam, si fulanah sedang tertidur nyenyak. Tapi tiba-tiba datang dua ekor nyamuk berdengung-dengung mengganggu tidurnya…

Fulanah terganggu, lalu mengayun2kan tangannya mengusir nyamuk, tapi tu nyamuk gesit banget en begitu gigih mengganggunya.. akhirnya setengah bangun fulanah menepuk2 tangannya ke nyamuk2 itu biar nyamuknya mati.

“Kalo gini caranya, kita bisa mati pren, dia nggak mau bangun!” kata nyamuk A

“Biar aja, kita ganggu aja terus sampe dia bangun. ” jawab nyamuk B

“Trus, kalo aku nanti mati gimana, kalo kamu mati, ntar aku sendirian…?” ujar nyamuk A lagi

“Ndak pa pa pren. Yang penting dia bangun, ini kan udah jam 2, waktunya dia tahajud. Kalo kita ada yg mati, aku yakin kita masuk surga” jawab si B.. Nyamuk A nyengir, lalu melihat kearah kasur, tempat fulanah tidur.

“Hey, kasur,, apa kau sudah jadi panas?” tanya si nyamuk A

“Udah, aku tadi menyerap hawa panas, supaya fulanah bangun karena kepanasan. Tapi kayaknya dia masih keenakan”

“Ya udah, panasin terus..aku berkeliling dulu disekitar telinganya..” sahut nyamuk B

Si Fulanah lantas ngrasa berisik dan panas, punggungnya berkeringat,, dia akhirnya bangun meski nyawanya belum terkumpul semuanya. Lalu ambil posisi duduk di atas kasur. Dilihatnya jam dinding…udah jam 2 dini hari.

Melihat itu nyamuk-nyamuk berteriak ‘Horeeee, alhamdulillah dia bangun juga!!”

“Solat aah…”, gumamnya pelan,dengan langkah gontai dan agak malas fulanah tetep beranjak berdiri dari kasurnya yg panas.

Mendengar itu sang kasur berkata “Ya Allah, gantikanlah aku yang panas ini dengan kasur yang empuk dan nyaman untuk fulanah ini nanti disurgaMU”

Tapi ternyata lantainya dingin, akhirnya fulanah nyari sandal untuk digunakannya kekamar mandi. “uu…mana ni sandal… mana udaranya dingin lagi.. eh, itu dia..” akhirnya fulanah nemuin sandalnya. Lalu si sandal berdoa “Ya Allah, kuatkan kaki ini kelak saat melintas di shirat-mu untuk sampai ke surgaMU”

Sesampainya di kamar mandi, fulanah ambil wudhu dengan pelaaann karena masih tuing tuing (soalnya abis bangun tidur sih). Si Air lalu berdoa “Ya Allah, jadikanlah aku air yang membersihkan dan menggugurkan dosa-dosa dari badan dan jiwa fulanah, jadikan hatinya sejuk seperti aku”

Lalu setelah wudhu si fulanah merasa segeran,, dia lalu mngambil mukena dan sajadah, lalu diam sejenak. Sepi. Sendiri. Dipakainya mukena yang dibelinya 7 tahun yg lalu tapi masi tetep bagus meski uda agak bulak warnanya. Setelah itu, mukena berdoa ”Ya Allah, berilah si fulanah pakaian terindah di surgaMU, kuatkan hatinya dan kabulkanlah doa-doanya.”

Dirumah yang sepi dengan suasana tenggelam dalam heningnya malam, fulanah beribadah kepada Allah, dengan harapan mendapatkan rasa khusyu dalam setiap ibadahnya, jd dia bisa merasakan kehadiran Allah kedalam hatinya. Melihat itu rumahnya pun berdoa “Ya Allah, Lindungilah dia dari panas teriknya dunia akhirat dan dinginkan hatinya”

Ndak hanya malaikat aja yg doain, tapi barang-barang miliknya juga. Si fulanah nggak tahu kalo didoain juga, difikirnya dia sendirian yang berdoa.

“Btw, kenapa si kamu kok ngotot banget bangunin dia, pake ajak-ajak aku lagi?” tanya nyamuk A sambil kegirangan krn nggak jd mati.

“Soalnya pas aku lagi terbang dideket dia beberapa hari lalu diwaktu tahajudnya, aku denger ada doanya yg berbunyi gini …wahai alam semesta, bantulah aku untuk selalu istiqomah dalam ibadahku kepada Allah”. Jadi, dia minta bantuan pada kita pren… kita bantu dia bangun malam, kita juga dapet pahala loh” Jawab si nyamuk B. Si Nyamuk A seneng denger kata2 “pahala”.

“Besok kalo dia nggak bangun2 juga, kita ganggu lagi yuk, hihihi…Tapi hati-hati, kalo dia gak tau maksud kita, kita bisa mati..” sahut Nyamuk A.

“Tapi tenaaaang, kita kan nggak mati sia-sia. Kita kan mati karena pengen bantuin dia… ”

Agar dia mengikuti cahaya dari Tuhannya [QS 39:22].

==============================================

Inspirated by : kajian dan Khayalan.

Ditulis dalam rangka muhasabah 10 malam kedua ramadhan

Dan untuk 10 malam terakhir Ramadhan

The End

Sharing about Ruh

September 9th, 2008

Allah adalah Tuhan, Dzat yg ghaib dan keindahannya tak tertandingi. Allah adalah cahaya langit dan bumi, cahaya diatas cahaya. Kalo merujuk pada kata-kata “Barangsiapa yang mendekati sumber cahaya, maka akan terkena pancaran cahaya itu” maka tiap2 ruh yang dekat, mendekat dan didekati Allah adalah bercahaya, ikut kena pancaran Allah. Mungkin seperti ini, Ketika ruh terkena sinar dan cahaya Allah, maka sinar ruh itu bisa menembus raga, jadilah cahaya itu terpancar dari wajahnya atau auranya. Raga kayak kaca dan ruh kayak lampu,, jadi kalo lampunya nyala, maka bisa terlihat dari luar. Lampunya nyala dengan cahaya Allah,,,Bahasa Allah itu tanpa suara dan tak terdengar, namun terasa. Dan ruhlah yang bisa merasakannya. Allah itu sumber keindahan, maka yang dekat-didekati-atau mendekati Allah akan terasa indah pula. Dan merasakannya pakai hati.

Kondisi ruh-pun sangat misterius, ruh hanya bisa dirasakan. Ruh sangat besar pengaruhnya. Kedekatan jiwa sangat besar kekuatannya jika dibandingkan dengan kedekatan fisik. Makanya kenapa shalat lebih baik dilaksanakan berjamaah,kedekatan jiwa antar jamaah dengan Allah akan terasa lebih besar,, selain itu pula shalat setiap orang bisa jadi tidak sempurna, maka akan dsempurnakan oleh kawan-kawannya dalam jamaah itu. Begitu pula kalo nyari jodo itu yang sejiwa dan sekufu, karena kelak kekuatan dari jamaah yang dibentuk (keluarga maksudnya) akan sangat besar dan berpengaruh. Dan bukan hanya sekedar formalitas.. gitu kali ya…

NB :
Suatu hari aku bercermin dan melihat pantulan diriku dicermin… kayak apa ya ruhku…bagaimana bentuknya?
Samakah dia dengan apa yg aku liat dicermin? Lebih burukkah? Lebih baikkah?
Seperti apakah aku sebenarnya? Bersinarkah? Buramkah? Andai dipisah ruh dan jasadku mungkin sangat berbeda.

Ruh ku-lah yang kelak pulang kepadaNYA. Gimana ya keadaannya saat pulang nanti…?

Dan bentuknya bisa jadi tidak seperti apa yang aku lihat dicermin

Wallahu’alam.

*Ditulis dalam rangka muhasabah 10 hari pertama Ramadhan
Sebagai bulan pembersih jiwa, bening hati dan ruh
Semoga meningkatnya derajat ketaqwaan sebagai tujuan utama dapat teraih
Dengan mendekatkan diri pada Allah dibulan yang mulia ini*

The End

Doa ku

August 5th, 2008

“Ya Allah,,

Aku berlindung kepadaMU
dari ilmu yang tidak bermanfaat
dari hati yang tidak khusyuk
dari jiwa yang tidak puas
dan
dari doa yang tidak dikabulkan”

HR. Muslim, shahih

The End

: )

June 19th, 2008

Allah

“… takdirkanlah kebaikan untukku dimana saja ada dia,

kemudian berikanlah hatiku meridhainya,,

kemudian berikanlah berkah padanya

dimanapun dia ada”

The End